Pembahasan Materi Pelajaran Kimia SMA

Monday, December 9, 2013

Penurunan Tekanan Uap

Sobat Materi Kimia SMA sudah mengenal apa yang dimaksud menguap? Menguap adalah gejala yang terjadi pada molekul-molekul zat cair meninggalkan permukaan cairan membentuk fasa gas. Gejala ini disebabkan oleh molekul-molekul pada bagian permukaan cairan memiliki energi yang dapat mengatasi gaya antaraksi di antara molekul-molekul cairan. Gaya antaraksi antarmolekul pada permukaan cairan dinamakan tegangan permukaan. Jadi, molekul-molekul yang menguap memiliki energi lebih besar daripada tegangan permukaan.

Tekanan Uap

Kemudahan suatu zat menguap ditentukan oleh kekuatan gaya antarmolekul (tegangan permukaan). Semakin lemah gaya antarmolekul semakin mudah senyawa itu menguap.Tekanan Uap

Pada suhu rendah, molekul-molekul zat dapat meninggalkan permukaan cairan membentuk kesetimbangan dengan cairan yang berada di permukaannya. Molekul-molekul fasa uap menimbulkan tekanan yang disebut tekanan uap.

Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan uap salah satunya adalah suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin besar tekanan uapnya.

Penurunan Tekanan Uap Larutan

Apa yang terjadi dengan tekanan uap jika ke dalam suatu cairan (misalnya, air) dimasukkan zat yang tidak mudah menguap (misalnya, gula pasir)?

Adanya zat terlarut nonvolatile (tidak mudah menguap) di dalam suatu pelarut dapat menurunkan tekanan uap pelarut. Akibatnya, tekanan uap larutan lebih rendah dari tekanan uap pelarut murninya. Mengapa hal tersebut terjadi?

Fakta tersebut dapat dijelaskan jika tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan larutan yang mengandung zat nonvolatil, dan adanya kesetimbangan dinamis antara fasa uap dan cairannya. Oleh karena tekanan uap air murni lebih besar dari tekanan uap larutan gula maka untuk mencapai keadaan kesetimbangan, uap air murni akan diserap oleh larutan gula sampai tekanan uap di atas permukaan kedua cairan itu sama dan setimbang. Proses tersebut menghasilkan perpindahan molekul-molekul air dari pelarut murni melalui fasa uap ke dalam larutan gula sampai tekanan uap pada kedua permukaan cairan mencapai kesetimbangan.

Hukum Raoult

Hukum RaoultTekanan uap larutan yang mengandung zat terlarut nonvolatile telah dikaji oleh Francois M. Raoult, sehingga dihasilkan Hukum Raoult. Dalam bentuk persamaan dinyatakan sebagai berikut.

Plarutan = Xpelarut Popelarut

Keterangan: Plarutan = tekanan uap larutan; Xpelarut = fraksi mol pelarut; Popelarut = tekanan uap pelarut murni

Secara matematis, Hukum Raoult merupakan persamaan linear:

Y = mX

Keterangan: Y = Plarutan; m = Popelarut; X = Xpelarut

Jika Plarutan diekstrapolasikan terhadap Xpelarut, akan dihasilkan garis lurus dengan kemiringan menunjukkan Popelarut seperti diagram di atas. Penurunan tekanan uap (ΔP) pelarut akibat adanya zat terlarut nonvolatil dapat dihitung dari Hukum Raoult, yaitu:

Plarutan = Xpelarut Popelarut

Oleh karena (Xpelarut + Xterlarut) = 1, atau (Xpelarut = 1 – Xterlarut) maka

Plarutan = (1 – Xterlarut) Popelarut = Popelarut – Xterlarut Popelarut

Dengan menata ulang persamaan di atas, diperoleh:

Popelarut – Plarutan = Xterlarut Popelarut

(Popelarut – Plarutan) adalah selisih antara tekanan uap pelarut murni dan tekanan uap larutan (ΔP). Jadi, penurunan tekanan uap pelarut murni dapat dirumuskan sebagai berikut.

ΔP = Xterlarut Popelarut

Tekanan uap larutan dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat terlarut. Dengan menata ulang persamaan Hukum Raoult maka diperoleh fraksi mol pelarut, yaitu:

Xpelarut= Plarutan/Popelarut

Berdasarkan fraksi mol pelarut, mol zat terlarut dapat diketahui sehingga massa molekul relatifnya dapat ditentukan.

Penurunan Tekanan Uap

Menghitung Massa molekul relatif zat terlarut:

Perhitungan Mr

Sifat Koligatif Larutan kedua yang akan sobat pelajari di kelas XII  yaitu kenaikan titik didih

Facebook Twitter Google+

Back To Top