Pembahasan Materi Pelajaran Kimia SMA

Friday, March 22, 2013

Hukum Perbandingan Volume


Telah tiga hukumper bandingan yang sobat Materi Kimia SMA pelajari di kelas X ini, semuanya hanya mengkaji komposisi senyawa. Bagaimana dengan Hukum Perbandingan Volume?
Ilmuwan yang pertama kali mengemukakan Hukum Perbandingan Volume adalah Joseph Louis Gay-Lussac. Dia mereaksikan H2 dan O2 berulangkali pada kondisi tetap. Setiap kali percobaan, volume H2 dijadikan variabel tetap, sedangkan volume O2 dijadikan variabel bebas. Kemudian, dilakukan sebaliknya, volume O2 dijadikan variabel tetap dan volume H2 variabel bebas.
Persamaan reaksi yang terjadi:  2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(g)
Hasilnya ditabulasikan kedalam tabel berikut.
Data hasil pengamatan pada volume H2 tetap:
Volume H2 (mL)
Volume O2 (mL)
Volume H2O (mL)
20
20
20
20
5
10
15
20
10
20
20
20

Data hasil pengamatan pada volume O2 tetap:
Volume H2 (mL)
Volume O2 (mL)
Volume H2O (mL)
10
15
20
25
10
10
10
10
10
15
20
20

Pada saat volume O2 10 mL, volume H2O tidak berubah, yaitu 20 mL. Demikian pula pada percobaan II, volume H2O tidak berubah lagi (20 mL) setelah volume H2 mencapai 20 mL (volume O2 = 10 mL). Jadi, perbandingan volume dari reaksi H2 dan O2 adalah sebagai berikut.
20 mL gas H2 + 10 mL gas O2 →20 mL H2O
Sejalan dengan percobaan tersebut, reaksi gas-gas lain juga diukur perbandingan volumenya, seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
Persamaan Reaksi
Perbandingan Volume
H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g)
3H2(g) + N2(g)→ 2NH3(g)
N2(g) + 2O2(g)→ 2NO2(g)
10 mL : 10 mL : 20 mL
15 mL : 5 mL : 10 mL
10 mL : 20 mL : 20 mL

Berdasarkan data perbandingan volume gas-gas yang bereaksi, Gay-Lussac menyimpulkan sebagai berikut: “Pada suhu dan tekanan tetap, volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding lurus dengan koefisien reaksinya sebagai bilangan bulat dan sederhana.” Pernyataan ini disebut Hukum Perbandingan Volume.
Hukum dasar kimia selanjutnya yang akan sobat Materi Kimia SMA pelajari adalah Hukum Avogadro
Facebook Twitter Google+

Back To Top